7 Sisi Gelap Android yang Tidak Kita Ketahui, Ada Skandal Seks Petinggi Google?

Menjadi salah satu sistem operasi HP yang paling banyak digunakan di dunia, Android terbilang sukses dalam membangun bisnisnya di bidang teknologi.

Bahkan, pada November 2013 lalu Android sempat mendominasi pasar OS global dan kemungkinan besar akan terus berlanjut hingga sekarang. Mengingat jumlah perangkat Android semakin banyak setiap tahunnya.

Namun, di balik kesuksesan yang terlihat di permukaan, ternyata Android juga menyimpan sisi gelap yang jarang diketahui oleh banyak orang lho.

Jika anda mempunyai impian untuk memiliki sebuah mobil mewah atau mobil klasik dengan harga yang sangat terjangkau maka tempatnya hanya ada di olx lelang mobil jakarta

Daripada penasaran, mending langsung saja simak artikel Jaka selengkapnya berikut ini.

Sisi Gelap Android yang Jarang Diketahui Banyak Orang

Melihat nama besar Android rasanya sulit dipercaya kalau ternyata perusahaan teknologi sebesar ini menyimpan banyak sisi gelap di dalamnya.

Nah, berikut adalah beberapa sisi gelap Android yang jarang diketahui oleh banyak orang.

1. Pencipta Android Hengkang dari Google

Andy Rubin Hengkang 79b30

Buat kamu yang pernah membaca artikel mengenai asal-usul robot hijau Android pasti sudah tahu kalau pencipta OS ini bukanlah Google melainkan tiga serangkai Andy Rubin, Rich Miner, dan Nick Sears.


Ingin brand dan produk Anda dipromosikan oleh influencer di social media? Langsung saja ke influencer marketing köln sekarang juga

Sayangnya, salah satu pencipta OS ini yaitu Andy Rubin memutuskan hengkang dari Google setelah dirinya berencana untuk membuat sebuah inkubator bagi startup-startup hardware.

Rubin menjadi bagian dari Google setelah perusahaan teknologi ini mengakusisi Android pada tahun 2005 silam.

Pria berkacamata yang menjadi salah satu penentu kelahiran sistem operasi Android ini resmi hengkang dari Google pada tahun 2014 lalu.

2. Produk Gagal

Nexus 1f99f
Jauh sebelum HP Pixel beredar di pasar gadget dunia dan banyak diminati hingga saat ini, Google juga pernah lho memperkenalkan HP Nexus ke publik.

Generasi pertama Nexus sendiri keluar pada tahun 2010 dengan nama Nexus One dengan menggaet Android sebagai sistem operasi yang digunakannya.

Selain itu, dalam proses produksinya Google telah bekerja sama dengan beberapa pabrikan HP Android seperti HTC, Samsung, LG, sampai Huawei.

Sayangnya, Nexus nggak mampu bertahan lama untuk bersaing dengan para vendor smartphone lainnya sehingga pada tahun 2016 silam produksi HP Nexus berakhir.

Dari situlah akhirnya perangkat Google Pixel hadir dan disebut-sebut sebagai pengganti dari Nexus.

3. Pernah Dituntut Oracle

Kasus Hak Cipta Fa039

Kisruh antara dua perusahaan teknologi raksasa yaitu Google dan Oracle rupanya pernah terjadi pada tahun 2018 lalu.

Kala itu Google dituntut oleh perusahaan perangkat lunak, Oracle, atas tuduhan pelanggaran hak cipta penggunaan Java API pada Dalvik yang menjadi bagian dari sistem operasi Android.
Kasus tersebut bermula ketka Google ingin membuat platform OS Android agar kompatibel dengan aplikasi yang tengah mereka kembangkan.

Bukannya membeli lisensi platform Java dari Sun Microsystem yang saat itu telah diakusisi oleh Oracle, Google justru memilih mengembangkan versi mereka sendiri yang memiliki kemiripan dengan bahasa pemrograman Java yang dijuluki Dalvik.

Setelah sengketa hukum tersebut telah berlangsung selama sekitar 8 tahun, Google akhirnya dinyatakan bersalah atas kasus tersebut.

4. Banyak Bug

Bug 97459
Bukan suatu hal aneh jika bug menjadi salah satu masalah yang paling dibenci oleh setiap pengguna smartphone.

Pasalnya bug semacam ini dapat menyebabkan bukan hanya masalah tapi juga kerugian bagi penggunanya.

Android sendiri menjadi salah satu sistem operasi yang dikenal memiliki banyak bug di dalamnya, tak terkecuali pada OS terbarunya yaitu Android 10.

Sejak dirilis pada 3 September lalu, banyak pengguna yang mengeluhkan adanya sejumlah bug yang
mereka temukan di OS Android 10 tersebut.

Mulai dari keluhan mengenai baterai yang menjadi sangat boros, Google Play Store yang nggak bisa dibuka, hingga matinya sejumlah sensor pada HP.

Hal ini tentunya menjadi PR tersendiri bagi Google dan Android agar bisa menyediakan sistem operasi yang lebih baik lagi dan minim bug.

5. Skandal Seks Pencipta Android

Skandal Andy Rubin 4ed22
Di balik pengunduran diri Andy Rubin dari Google pada tahun 2014 silam, ternyata ada kisah asmara terlarang yang terjadi antara Rubin dengan seorang bawahannya yang kala itu ramai dibicarakan publik.

Hubungan di luar pernikahan tersebut muncul ke permukaan setelah sang wanita melaporkan keluhan soal hubungannya dengan Rubin ke bagian HRD di Google.

Pihak Google sendiri sebenarnya nggak pernah melarang sesama pegawai untuk menjalin hubungan asmara, namun mereka tetap mengingatkan agar jangan sampai ada konflik atas kepentingan pribadi.
Sampai kasus ini terjadi, nggak diketahui secara pasti apakah Google menjatuhkan sanksi untuk Rubin.

Namun, setelah kasus itu terjadi Rubin langsung memutuskan untuk hengkang dan pihak Google memberikannya pesangon sebesar USD 90 juta serta saham senilai USD 150 juta.

6. Dinilai Merugikan Developer

Merugikan Developer 746b8

Meskipun sudah menyambangi perangkat Android sejak lama, tapi game battle royale 'Fortnite' nggak tersedia di Google Play Store layaknya game Android lain seperti PUBG.

Bukan tanpa alasan, Epic Games selaku pengembang game Fortnite harus mengambil langkah ini dikarenakan Google dinilai mengambil potongan penjualan yang nggak proporsional di Play Store.
Epic Games nggak setuju dengan pembagian keuntungan yang diatur oleh Google, di mana pihak pengembang mendapat 70% keuntungan sementara Google 30%.


Pembagian keuntungan tersebut sebenarnya serupa dengan yang diterapkan Apple pada App Store, toko aplikasi di mana Epic Games mendistribusikan Fortnite ke perangkat iPhone dan iPad.
Hanya saja Apple dinilai memiliki kontrol yang lebih ketat terhadap aplikasi apa yang bisa didownload ke perangkat iOS sehingga dapat mencegah timbulnya risiko keamanan.

7. Lebih Mudah Disusupi Virus

Virus 71269
Mengusung model open source, Android dinilai sebagai sistem operasi yang lebih mudah disusupi virus jika dibandingkan dengan iOS.

Liverpool mengalami hasil imbang dengan MU yang membuatnya harus menghentikan rekor kemenangan berturut-turut, bandar bola.

Memberikan kebebasan bagi penggunanya untuk memodifikasi perangkat Android mereka, nyatanya hal inilah yang justru memicu masuknya virus-virus berbahaya tersebut.

Sementara itu, iOS adalah sistem operasi closed source sehingga para penggunanya nggak diberikan kebebasan untuk mengubah perangkat sesuai dengan keinginannya.

Akhir Kata

Nah, itulah tadi beberapa sisi gelap Android yang sudah Jaka kumpulkan khusus buat kamu, geng.
Di balik kesuksesan yang kini diraihnya, ternyata ada banyak sisi gelap Android yang jarang diketahui publik.

sumber : jalantikus.com
martphone yang menjalankan sistem operasi Android memang terkenal menghasilkan kualitas Instagram Stories yang kalah jauh dari smartphone yang menjalankan sistem operasi iOS buatan Apple. Hal tersebut lah yang membuat para pengguna iPhone membanggakan kamera di ponsel mereka. Namun #KAMUHARUSTAU penyebab kenapa Instagram Stories di sistem operasi Android tidak memiliki kualitas sebagus iOS. Nah, Instagram sendiri diketahui memiliki sistem di aplikasi miliknya yang secara otomatis menurunkan kualitas video yang direkam oleh para pengguna sehingga file size dari Instagram Stories tersebut berada di bawah 15MB. Berikut ini adalah format yang digunakan oleh Instagram untuk melakukan proses kompresi terhadap video yang direkam langsung melalui fitur Instagram Stories dan juga untuk video yang diunggah ke dalam feed: Resolution: Max Width 1080 Pixels (any height) Frame Rate: Max 29.96 FPS Codec: H.264 codec / MP4 Bit rate: 3.500 kbps video bitrate Audio: AAC audio codec at 44.1 kHz mono Filesize: 15MB Lalu apa yang membuat hasil Instagram Stories di Android dan iOS berbeda? Diketahui bahwa yang menjadi pembeda selain dari faktor kompresi adalah dari frame rate ketika sedang merekam. Diketahui bahwa aplikasi Instagram untuk Android tidak menghadirkan frame rate yang stabil sehingga hasilnya menjadi patah-patah. Sementara aplikasi Instagram di iOS mendukung frame rate yang stabil sehingga video tersebut tetap berjalan di 29.96 FPS tanpa adanya penurunan. Namun bicara soal kualitas pencahayaan, Instagram di Android diketahui lebih unggul dan stabil. Selain itu, aplikasi Instagram untuk platform Android dikatakan juga memiliki baris kode program 38 persen lebih banyak dari aplikasi Instagram di iOS. Pasalnya Android dan iOS menggunakan bahasa pemrograman yang berbeda untuk membuat sebuah aplikasi.

Artikel ini telah tayang di Indozone.id dengan judul "Ini Alasan Kenapa Instagram Stories di iOS Lebih Mulus Dari Android", https://www.indozone.id/tech/Ensldb/ini-alasan-kenapa-instagram-stories-di-ios-lebih-mulus-dari-android.

Komentar